Museum wayang yang melengenda beserta koleksi wayang wajib kalian tahu !

                     Museum wayang yang melengenda beserta koleksi wayang wajib kalian tahu !


Dokumen pribadi by Siti Syahida 

Hai kalian tahu tidak sih pada kawasan museum Kota Tua,terdapat banyak museum salah satunya Museum wayang museum wayang ini memamerkan berbagai jenis wayang baik Indonesia maupun luar negeri di dalamnya terdapat wayang golek,wayang kulit,alat musik tradisional gamelan, dan boneka si unyil.

Museum wayang Jakarta terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, Indonesia terletak di Lapangan Fatahillah, Jl Pintu Besar Utara No.27 Kota Jakarta Barat Indonesia. Kota Tua ini termasuk kawasan bersejarah di Jakarta merupakan pusat kota asli kota ini selama era kolonial, dan sekarang menjadi tujuan wisata popular yang dikenal dengan arsitektur era kolonial dan atrasi budaya.

Museum Wayang ini mudah diakses menggunakan Transportasi umum seperti bus transjakarta, kereta commuter line, dan taksi harga tiket masuk untuk pelajar, mahasiswa, anak-anak dengan kisaran harga Rp5,000/orang sedangkan untuk wisata mancanegara dikenakan harga kisaran Rp50.000/orang museum wayang dapat dikunjungi setiap hari selasa-minggu jam 09.00-15.00 wib.

Mengenal Museum Wayang

Bagi wisatawan yang berjalan-jalan di sekitaran kawasan Kota tua dapat menyempatkan untuk datang ke Museum Wayang dulunya tempat ini bukanlah museum,melainkan gereja yang didirikan Belanda VOC tahun 1640 bernama ''de oude hollandcshe kerk". Kemudian di tahun 1733 perubahan nama menjadi ''de nieuwe hollandcshe kerk''. 

Setelah gereja, gedung ini beralih fungsi menjadi gudang perusahaan geo wehry & Co pada 1912,dan kemudian pada 14 Agustus 1936 baru resmi sebagai monumen sebelum menjadi museum wayang, gedung ini pernah menjadi museum bernama Museum Batavia Lama pada 1937.

Koleksi Museum Wayang 

Ketika kita masuk di area Museum Wayang ini, kita disambut oleh wayang golek yang sangat besar di samping loket pembelian tiket yuk kita simak koleksinya!!

1. Wayang Golek Bogor 









Wayang ini menggambarkan tokoh kesatri penengah pandawa Raden harjuna yang merupakan anak ke 3 dari Pandu Dewantara dan Dewi Kunti. Dalam cerita pawayangan, Satriya ini sangat sakti,mempunyai kesaktian, diantaranya panah pasopati anugrah dari batara guru Indrakila nantinya dipakai dalam perang Bharata Yuda. 

2. Wayang Golek Si Pitung









Pada tahun 1892 Si Pitung dikenal sebagai "One Bitoeng", "Pitang", kemudian menjadi "Si pitoeng" lahir di daerah Pengumben, Rawabelong yang pada saat ini berada di sekitar lokasi Stasiun Kereta Api Palmerah ayahnya bernama Bung Plung dan ibunya bernama Mbak Pinah Pitung menerima pendidikan di pesantren yang dipimpin oleh Haji Naipin Pitung merupakan toko betawi dikenal sebagai perampok, tetapi hasil rampokan itu digunakan untuk menolong orang-orang yang menderita.

3. Wayang Golek Sunda (Panakawan)









Panakawan terkenal merupakan pengikut/kawan setia, para kesatria yang menuju kebenaran dan kebaikan baik dalam cerita Ramayana dan Mahabrata. Penafsiran atau filosofi kalimat Panakawan adalah "Pana" artinya mengerti, "kawan" adalah Teman.

Panakawan terdiri dari: Semar, Cepot, (Sastrajingga), Dawala dan Goreng.

4. Wayang Kulit Purwa Ngabean Puntadewa Triwikrana









Dalam kisah Mahabrata, Yudistira adalah titisan Batara Dharma, dan punya ajian balasewu, maka suatu ketika bisa berubah menjadi raksasa besar.

5. Boneka Unyil









Boneka unyil muncul dan terkenal di stasiun Televisi TVRI yang diprakarsai oleh perusahaan Film Negara (PFN). Drs. Suyadi terkenal sebagai peran Pak Raden pada tahun 1970. Pada saat itu, acara tayangan Unyil sangat digemari dan diminati terutama anak-anak.


Text : Siti Syahida Salbila

Kilas Balik Jakarta

Postingan populer dari blog ini

Gaya Fashionable untuk Sehari di Dufan: 5 Outfit terbaik

Sejarah Masjid Jami Al Ma'mur Cikini

Tempat Baca buku di Stasiun Jakarta Kota Ruang Baru untuk Pencinta Literasi